Kamis, 14 Februari 2013

demokrasi mennn

prokontra antara sesame kaum muslim tentang demokrasi,bagaiman demojrasi itu sebenarnya dan bagaimana domokrasi berada di dalam islam apakah bias atau tidak?
banyak sekali pendapat yg pro jga kontra ,sebelum kita menelisik tentang pro dan kontranya kita terlbih dahulu sedikit ulas tentang sejarah demokrasi,demokrasi secara etimology berasal dari kata demos dan cratos yan yang berarti rakyat dan kekuasaan/hukum...dan secara terminologi demokrasi diartikan sebagai dari rakyat untuk rakyat oleh rakyat,,kedaulatan berada ditangan rakyat prinsip in yang sekarang diagung2kan dipuja puja,demokrasi itu sendiri lahir karena adanya perlawanan yang dulu terbelenggu oleh dominasi agama,disini adalah agama kristen yang dibarat,sehingga muncul pemikiran2 yang mengakibatkan pemisahan antara urusan agama dan dunia yang sering kita sebut sekulerisme dan itu merupakan sejarah lahirnya demokrasi dan sekarang itu diajarkan karena merupaka asa ...yang paling benar sehingga yang menolak terang2 dikudetan dibasmi dengan perang seprti ditimur tengah,,tapi bagaimana dengan penerimaan dengan islam sebenarnya..
terjadi pro dan kontra antra itu,,kita melihat yg kontra ada ulama dari era seperti al maududi dan M Iqbal yang secara tegas menolak jelesannya karena yang berhak berdaulat adalah ditangan tuhan bukan manusia,
memang substasi dan prinsip demokrasi ada pada islam seperti musyawarah dan disini islam ada syura,tata cara pemilihan pemimpin yang layak dianggap cakap memminpin untuk dipimpin,,
tapi disi yang pro adlah bahwa demokrasi sejalan dengan islam demokrasi sama dengan ajaran islam,cuma bedanya dalam islam system sprit demokrasi dibatasi dengan kebebasan yang bersifat mubah(boleh) saja yang boleh dipikirkan dan jika yang bersifat keilahiahan tidak bias diutik2..dan menurut kesimpulan penelitian yg dilakukan oleh seorang ahli bahwa yang setuju demokrasi dalam islam dalah orang islam kontemporer dan yg tidak setuju adalah orang islam ortodoks
kita liat disini berbeda denga barat yg memang bebas luar biasa tanpa batas,,yg jdi permasalahan adalah dinegeri kita hanya menerima itu secara bulat2,,bukan disaring dan dipikir lgi,,Negara kita suka dengan MENGADOPSI bukanya MENGADAPTASI yang sbenarnya memang harus diadaptasi denag kultur kita jng langsung ditelan bulat2..sudah sepantasnya budaya adaptasi itu perlu dilestarikan dinegeri ita

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar